ARTIKEL

GEMAR MENUNTUT ILMU

KH Abdullah Gymnastiar

Sungguh teramat beruntung orang yang banyak pilihan ilmu dan informasi yang luas. Sehingga ia mampu berbuat lebih baik, lebih benar dan lebih banyak daripada yang lain.Sebaliknya, orang yang ketinggalan dalam hal informasi dan pengetahuan, maka ia akan tertinggal, terpinggirkan, tergantikan oleh orang yang lebih berilmu. Maka, sebuah kewajiban bagi setiap manusia yang ingin lebih maju, bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya ummat untuk senantiasa menuntut ilmu.

Banyak sekali dampak yang akan dirasakan jika seseorang kurang ilmu dan informasi. Diantaranya, ia bisa bertindak salah. Karena itu, kalau kita ragu, tidak mengetahui secara jelas sebuah informasi, maka bertanyalah, agar jangan sampai bertindak keliru.

Mengapa ada orang yang akhlak dan bicaranya sangat bagus? hal itu bisa terjadi karena ilmu yang dikuasainya dalam, wawasannya luas, dan pengalamannya banyak. Akibatnya setiap bertindak dan berkata, selalu baik, benar, meskipun kadangkala terlihat kecil.

Sedang, orang yang kurang ilmu, cirinya adalah bila bicara sepanjang apapun tidak ada hal manfaat yang dibicarakannya.

Seorang Ibu, misalnya kalau kurang ilmu, wawasan dan pengalamnya, maka dalam mendidik anak cenderung akan sering marah, karena pilihan tindakan yang bijak terbatas.

Berbeda dengan orang yang sebaliknya, ia akan memilih tindakan terbaik, dengan cara terbaik agar tidak ada siapapun yang terluka oleh perkataan dan sikapnya.

Oleh karena itu, mulai sekarang kalau kita ingin leluasa dalam hidup, upayakan banyak belajar, menyimak, dan mendengarkan. Cari dan dekati apapun yang akan menjadi ilmu. Pokoknya, setiap waktu harus jadi penambah ilmu, wawasan, dan pengalaman.

Karena itulah kekayaan kita. Bila tidak, pasti akan berat. sebab setiap hari, masalah, konflik bertambah. Jangan sampai emosi juga turut naik. Niscaya akan capek hidup seperti ini, hidup tanpa ilmu.

Maka, ingin kuat iman kuncinya ilmu, ingin dunia kuncinya ilmu. Rasulullah SAW bersabda: “ Barangsiapa yang menginginkan dunia, wajib dengan ilmu. Barangsiapa yang ingin akhirat wajib dengan ilmu. Dan barangsiapa yang ingin kedua-duanya maka wajib dengan ilmu pula.

Jadi, kalau ingin menikmati hidup adalah dengan ilmu. tanpa ilmu, stress yang akan didapat. Tidak ada lagi yang bisa dikeluarkan.

Keleluasaan hidup hanyalah bagi orang yang beriman dan berilmu. Bukankah Allah SWT telah berjanji akan meninggikan orang yang beriman dan berilmu diantara manusia beberapa derajat?

Dengan kata lain, mesikipun orang memiliki harta, pangkat, dan jabatan, namun bila kurang beriman dan kurang ilmu, tetap saja tidak bisa. Wallahu’alam bishawab.(*)

 

Legalitas Dalam Proses Kreativitas

Published by Ferry Haris September 17th, 2007

Bila anda berkesempatan menyaksikan acara e-lifestyle di Metro TV pada hari Sabtu 15 September 2007, di sana dibahas mengenai kabar dari industri game lokal. Dalam acara tersebut perwakilan dari MaxStudio mengatakan bagaimana mereka lebih senang untuk menampilkan dan menawarkan produk game mereka ke dunia internasional melalui Internet dibandingkan dipasarkan di lokal Indonesia. Pembajakan merupakan alasan terbesar mengapa mereka lebih memilih pasar Internasional.

Alasan pembajakan yang marak terjadi di Indonesia memang layak menjadi dasar mengapa banyak pengembang dan pelaku di dunia industri kreatif nasional lebih tertarik bermain di pasar global (terkait dengan pendapatan finansial yang lebih menjanjikan). Dan hal tersebut sudah menjadi rahasia umum di negara ini, bahkan di mancanegara. Namun saya cukup tergelitik untuk melontarkan pertanyaan kepada para pelaku industri kreatif ini: “Bila anda tidak menyukai bahwa karya-karya anda dibajak oleh orang lain, apakah software yang anda gunakan dalam proses kreatif tersebut merupakan software legal?

Saya terpaksa melontarkan pertanyaan di atas, mengingat terkadang kita cenderung egois. Kita tidak ingin karya kita dibajak, namun kita menggunakan software bajakan dalam proses kreatifitas kita. Itu sama dengan nasihat yang sering dilontarkan oleh orang tua saya ketika kecil: “Kalau kamu tidak mau dicubit orang, jangan mencubit orang!“. Memang belum ada jaminan penegakkan hukum yang jelas terkait HAKI di Indonesia, dan belum ada jaminan pula bila kita menggunakan software legal dalam menghasilkan karya-karya kita maka karya tersebut tidak akan dibajak. Namun seyogyanya lah kita mulai dari diri kita sendiri untuk menggunakan software legal dalam penciptaan karya-karya kreatif sesuai dengan bidang ilmu dan industri masing-masing.

Bila anda memiliki masalah dengan mahalnya biaya yang harus anda keluarkan untuk legalisasi software-software yang anda gunakan, saat ini telah banak tersedia software-software berbasis open source yang harganya lebih terjangkau. Saya tidak bilang GRATIS karena memang software open source seyogyanya tidak harus identik dengan kata GRATIS. Memang ada effort tambahan yang harus anda keluarkan terutama dalam hal pembelajaran, karena segala hal yang baru pasti memerlukan waktu dan tenaga dalam proses peralihannya. Namun pada akhirnya, anda bisa dengan bangga dan tenang karena segala proses kreatif yang anda lakukan berlandaskan software-software legal. Dan satu hal lagi yang perlu diingat, software legal tidak hanya identik dengan membeli sistem operasi seperti MS Windows asli, melainkan juga aplikasi perkantoran, grafis, antivirus, dan lain sebagainya (keseluruhan software yang ada di dalam perangkat keras anda) haruslah legal.

Selamat berkreasi bersama software legal!

Ferry Haris
SIPLK – Depkominfo

Disadur dari www.foss-id.web.id

Responses

  1. Gemar menuntut ilmu dan gemar mengamalkannya.
    Kedua-duanya harus benar. Jangan menuntut ilmu yang salah. Dan jangan mengamalkan dengan salah.
    Salam kenal. Alumni SMABA, ya?

  2. bapak alumni sma 1 bantul ya?~

    bpak saya jg lo,,

    hehehhe,,

    “orang yang kurang ilmu, cirinya adalah bila bicara sepanjang apapun tidak ada hal manfaat yang dibicarakannya”

    bagus!!!

  3. hehehhe,,

    “orang yang kurang ilmu, cirinya adalah bila bicara sepanjang apapun tidak ada hal manfaat yang dibicarakannya”

    sangat menusuk
    bagus!!!

  4. Ilmu adalah cahaya. Setiap orang memerlukan cahaya sebagai penerang jln hidupnya. Maka untuk mendapatkan cahaya/ilmu itu tentu harus dicari yakni dengan rajin belajar dalam kesempatan yg qt punya. Maka ade ade semua rajin-rajinlah belajar, jgn suka bolos sekolah ya! Great !


Leave a response

Your response: